Selasa, 21 April 2009

System Of A Down


System Of A Down

System of A Down (SOAD) adalah sebuah band beraliran metal dari Amerika. Meskipun basic musik SOAD adalah metal tapi didalam lagu2 mereka sangat bervariasi Gaya musik System Of A Down sebenarnya agak-agak sama kaya band metal lain di era akhir 90-an. Cirinya adalah punya gaya perpaduan antara underground thrash metal dan musik alternative rockers. Untungnya gaya neo-gothic alternative metalnya System Of A Down berhasil diterima orang banyak dengan campuran ska, punk, ballads, hingga musik timur tengah. Musik SOAD sangat original dan banyak pengamat musik mengatakan SOAD telah menciptakan aliran musik sendiri yang sangat unik, keras, tapi enak didengar.

SOAD terdiri dari 4 personil, keempat personelnya berasal dari Armenia, tapi mereka tinggal di Amerika. Serj Tankian (vokal, keyboard), Daron Malakian (gitar, vokal), John Dolmayan (drum), dan Shavo Odadjian (bass). Band ini sebelumnya bernama SOIL, dan berubah nama menjadi SOAD setelah John masuk menggantikan drummer sebelumnya.


Vokalis Serj Tankian, gitaris Daron Malakian, basis Shavo Odadjian, dan drummer John Dolmayan ngebentuk System of a Down wilayah selatan California di pertengahan tahun 90-an. Ketenaran mereka lewat promosi word of mouth rupanya cukup memberikan mereka bekal untuk ngegaet Columbia Records. Di tahun 1998 mereka ngeluarin album perdana dan langsung pasang aksi dengan ikutan tur Slayer dan Ozzfest. Gara-gara tur itu jugalah System Of A Down akhirnya berhasil ngedapetin predikat Gold

Lagu-lagu mereka trutama terkenal selain gayanya yang inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga berisikan ide, pandangan-pandangan,dan apa yang mereka rasakan. Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap Genocides Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan Kekerasan. Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.

Kompas pernah menulis article tentang band ini dengan judul "Band Keras Anti Kekerasan". Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).

SYSTEM OF A DOWN di tangan Produser Rick Rubin berhasil keluar dan menunjukkan dirinya ke dunia. SYSTEM OF A DOWN bukan band yang dibentuk karena industri. Mereka berempat emang dari asalnya udah begitu jadinya, liar dan sangar, terus ngebentuk band yang menghipnotis dunia lewat gayanya. Natural banget musiknya mengalir tanpa dibentuk-bentuk dan dituntut oleh kemauan pasar. Justru SYSTEM OF A DOWN berhasil membuat pasar menyukai bahkan menggilai musiknya.

Bahkan lewat cengkok Armenia-nya itu menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai band yang tanpa tandingannya. Malah sukses banget di Amrik yang terkenal rasis berat. Di album Mezmerize, Rick Rubin memperhatikan detil-detil kelebihan masing-masing dari diri SERJ TANKIAN (Vokal), SHAVO ODADJIAN (Bass), DARON MALAKIAN (Gitar) dan JOHN DOLMAYAN (Drums) sehingga membentuk orkestrasi maha dahsyat lewat lagu-lagu yang tercipta

Lagu-lagu SOAD, kebanyakan diciptakan oleh Daron dan Serj, banyak mengusung masalah sosial, politik, dan kelestarian lingkungan. SOAD adalah salah satu band di Amerika yang paling vokal menentang invasi pasukan Amerika ke Irak dan Afghanistan. Bahkan SOAD membuat banyak lagu yang isinya memprotes keras pemerintahan Amerika pimpinan George Bush seperti lagu War, Chop Suey!, Soldier Side, Boom!!, BYOB, dll. Video Klip Boom dan BYOB menjadi video metal terbaik di MTV musik awards 2004 dan 2005. BYOB (Bring Your Own Bomb) sangat jelas mengkritik Pemerintah Amerika (dan sekutunya) yg tidak berhenti membunuh orang tak berdosa di timur tengah.
dan sangat jelas menyindir George Bush yang menggunakan nyawa para tentara Amerika demi kepentingan negara

SOAD merilis album pertama, self titled, pada tahun 1999. Lagu-lagu yang membuat SOAD mulai dikenal di amerika antara lain "War" (secara tegas menolak segala bentuk peperangan), "Sugar"(menjadi soundtrack beberapa game di Amrik), "Suite-Pee" (lagu yg kontroversial karena berbau SARA), dan "Spider". Cover album pertama adalah telapak tangan Serj yang seolah minta pertolongan.

Album kedua berjudul "Toxicity" dirilis 2001. Album inilah yang membuat SOAD dikenal luas di seluruh dunia. Single "Chop-Suey!" sangat terkenal di kalangan penggemar musik, video klipnya diputar hampir setiap hari di MTV. Beberapa Kalangan memprotes lagu ini karena sedikit menyindir tradegi World Trade Center. Lagu lain yang dijadikan video klip adalah "Toxicity" dan "Aerials". Salah satu kalimat di lagu "Aerials" : "Life is a waterfall, we're one in the river and one again after the fall. Aerials, in the sky, when you lose small mind you free your eyes". Lagu lain adalah "ATWA" yang mengajak manusia menyelamatkan Air, Trees, Water and Animals. Cover album ini adalah tulisan System of A Down di bukit Hollywood.

Album ketiga berjudul "Steal This Album". Cover album ini cukup unik karena hanya ada tulisan "Steal This Album!!", didalam albumnya tidak ada lirik ataupun foto-foto. Album ini dirilis pada 2003 menanggapi pembajakan lagu-lagu mereka di internet. SOAD bukannya marah, justru menambahkan lagu2 baru dari album terbarunya ke website tersebut!!! Lagu "Boom!!" sempat menghebohkan Amerika dengan lirik dan lagunya yang menghujat George Bush.

Album keempat dan kelima dibuat berseri. Album "Mesmerize" keluar pada awal 2005, sedang "Hypnotize" dirilis akhir 2005. Covernyapun mirip, berupa gambar imajinasi yang dibuat oleh ayah Daron. Lagu yang paling terkenal dari 2 album ini adalah "BYOB" atau Bring Your Own Bomb. Lagu ini mengkritik pemerintah Amerika yang mengirim tentara ke Irak dan menyebabkan ribuan tentara AS mati. Video Klip "BYOB" menjadi the best metal video di MTV Music Awards 2005. Lagu lain adalah "Lonely Day", "Soldier Side", Lost in Hollywood", "Cigaro", "Question" dan "This Cocaine make me feel i'm on this song".

isi album Hypnotize ini bakal berisikan 12 lagu dan juga beberapa karya seni/artwork dari Vartan Malakian, ayah dari gitaris SOAD Daron Malakian.Cover albumnya bakal di-desain untuk menjadi pasangan yang tepat buat cover album sebelumnya, Mezmerize. Menjadikan kedua album ini sebuah karya seni yang saling berhubungan. Hubungan antara dua album ini juga kerasa di cuplikan-cuplikan behind-the-scenes yang memperlihatkan proses pembuatan album ini. Kedua album ini, Mezmerize dan Hypnotize bakal terhubung secara musik dalam lagu Soldier Side Intro yang jadi lagu pembuka album Mesmerize dan Soldier Side yang jadi lagu terakhir di album Hypnotize. album ini menyuguhkan irama rock bertegangan tinggi. Simak saja unggulan dari album ini yang bertitel Hypnotize berhasil menyihir telinga kita dengan raungan-raungan gitar yang cadas namun irama yang masih catchy. Album sebelumnya yang bertitel MEZMERIZE sukses dipasaran. Buktinya single BYOB dan Question bertahan terus di #1 di 12 negara dan ini menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai ‘the most innovative rock band’ versi majalah rock kelas dunia, Kerrang!.

Shavo Odadjian sepertinya bakal jadi sutradara lagi. buat video klip album Hypnotize. Bangku sutradara sudah dapat dipastikan bakal diisi oleh sang basis. Hmm we can't wait for the result. Video klip yang akan dishoot di Van Andel Arena ( Grand Rapids, Michigan) ini sebenarnya merupakan proyek kedua Shavo setelah dia juga menyutradarai video klip untuk lagu "Question!". "Ini bakal jadi konsep video yang benar-benar live. Sebelumnya memang pernah kita main dan ada beberapa fans yang ikut di shoot, tapi kalau main di arena besar dimana suasananya sudah kaya konser, baru sekarang ini.

setelah ngegelar tur keliling Eropa, dan melakukan tur grilya di 9 kota Amerika. Salah satunya adalah penampilan mereka di California.
Tepatnya di Long Beach Arena, California, SOAD menghadirkan pertunjukan yang benar-benar rock & roll. Konser yang sold-out ini dibuka oleh Mars Volta yang punya penampilan gitar spektakuler, dan permainan visual yang manis dari proyektor. Bahkan ada yang bilang penampilan Mars Volta lebih berkesan lantaran lebih mengutamakan visual dan penampilan duet gitaris Omar Rodriguez-Lopez dan pentolan SOAD Serj Tankian nampaknya jadi daya tarik tersendiri, belum lagi gitaris Red Hot Chili Peppers, John Frusciante, yang secara mengejutkan ikutan jamming bareng Mars Volta.

Waktu SOAD manggung, uda bisa ditebak dong lagu-lagu apa yang bakal dikumandangkan? Udah pasti lagu jagoan macam "B.Y.O.B." dan "Revenga" dikeluarin. Tapi rupanya System ga ngelupain nomer-nomer lama karena mereka juga ngambil beberapa lagu dari album debut mereka dan album Toxicity. Berbeda 180 derajat dengan penampilan band pembukanya, penampilan SOAD minim kelengkapan visual dan panggung dibiarin kosong gitu aja (cuma ada deretan ampli yang keliatan).

Penampilan yang ‘minimalis’ ini sepertinya emang disengaja, karena niat SOAD dari awal adalah menampilkan pertunjukan yang cuma rock music (tanpa embel-embel lain). Dan sepertinya pesan ini bisa ditangkep dengan cepat oleh fansnya karena pas mereka ngebawain "Chop Suey!" bendera kebangsaan Armenian langsung mewarnai lautan penonton dan penggemarnya langsung sibuk ngebuat mosh pits.

Untungnya gara-gara set yang minimalis tadi, SOAD bisa bener-bener ngebuat fansnya konsentrasi total sama lagu-lagu yang dibawain. Lagu-lagu dari album Mezmerize bener-bener jadi highlight malam itu, terutama pas grup ini ngebawain versi lagu "Cigaro" dengan akustik gitar dan mainin lagunya dengan versi yang menjurus ke klasik. Fansnya langsung nyalain lighter dan ngacungin tangan ke atas, yang ngga punya lighter nggak mau kalah dengan ngangkat hp mereka ke atas.


Serj Tankian, vokalisnya System of a Down ternyata sangat peduli dengan genocide. Genocide ini adalah pemusnahan etnik, agama atau kelompok lain, contoh yang paling terkenal sih genocide terhadap kaum Yahudi sebanyak 6 juta orang selama perang dunia ke-II. Kenapa Serj Tankian ngotot mendukung perealisasian undang-undang ini?
Pada saat teman-teman sebandnya lagi sibuk persiapan untuk shooting video klip terbaru nya System of a Down, Serj Tankian, sang vokalis malah ngikut demo di Chicago. Serj Tankian ternyata udah ngebuat janji pada kakeknya yang berusia 97 tahun yang merupakan orang Armenia, kalau ia bakal berusaha sebaik mungkin untuk meyakinkan anggota kongres, Dennis Hastert untuk merealisasikan Armenian Genocide Resolution. Perjuangan Tankian untuk membuat resolusi ini diakui sudah dimulai sejak tahun 2000.

Tankian bergabung dengan anggota dari Armenian National Committee of America, Armenian Youth Federation dan organisasinya yang bernama Axis of Justice dalam sebuah demo besar-besaran untuk memberlakukan resolusi yang nantinya akan mengakui peristiwa pembantaian sekitar 1,5 juta warga Armenia sejak tahun 1915 hingga 1923. "Semua ada di tangan Dennis Hastert," Tankian juga menambahkan kalau, "Gue yakin banget kalau ini semua emang perlu lobi ke pihak pemerintahan Bush

Daron Malakian yang lahir di Hollywood California 18 juli 1975 ini Saat masih berusia 6 tahun sudah mendengarkan album-album dari nama-nama besar seperti Van Halen, Iron Maiden, Judas Priest, Motley Crue, Ozzy Osbourne. Namun 6 tahun kemudian ia mulai merasa sreg setelah mendengar musik-musik trash dari band-band seperti Slayer. Dari sini kemudian Daron mulai banyak bermain musik-musik beraliran Metal. Kemudian pada saat berusia 17 tahun ia mulai banyak mendengarkan musik-musik The Beatles. John Lennon menjadi influence terbesarnya dalam menulis lagu. Jika anda menyimak lirik-lirik lagu System Of a Down, semuanya merupakan lirik-lirik bertema sosial, perang, dan kritik terhadap pemerintah.

Beberapa saat kemudian Daron bertemu dengan Serj Tankian dan akhirnya sepakat membentuk band bersama-sama. Kemudian bergabunglah Shavo Odadjian pada bass dan John Dolmayan pada drum. Mereka pun menamai band mereka System Of a Down (SoaD). Band ini mulai menyita perhatian publik Los Angeles. Meski masih menjadi band lokal pun ternyata jumlah fans fanatiknya bisa dibilang sangat besar. Akhirnya pada tahun 1997, produser Rick Rubin mengambil alih SoaD. Setahun kemudian SoaD merilis album perdananya dan mulai menjadi artis pembuka untuk Slayer dan hajatan musik Metal, Ozzfesst. Lalu pada tahun 2001 berhasil menjual 6 juta copy untuk album "Toxicity". Kesuksesan SOAD tak bisa lepas dari polesan Daron yang menciptakan sebagian besar lagu-lagunya. Terutama dalam hal lirik lagu.

Nama Daron Malakian mulai diakui oleh penggila musik-musik Metal, terutama di kawasan LA. Bahkan beberapa waktu lalu ia menempati peringkat ke-4 dalam polling gitaris terbaik versi majalah Metal Edge Magazine. Hal tersebut memang masuk akal mengingat sulitnya musik-musik beraliran metal menembus angka penjualan yang fantastis. Terlebih lagi di Indonesia, mengusung distorsi tajam sangat kurang diminati di pasaran, namun album terbaru SOAD bahkan bisa bertengger di posisi pertama puncak tangga-tangga lagu di beberapa media.

Di album Toxicity, Daron menggunakan stem gitar drop D (turun 1 nada) kecuali senar 6 turun 2 nada. Mulai dari senar 1 sampai 6 urutannya : D,A,F,C,G,C. Tapi di album terbaru, ia memakai steman D#,A#,F#,C#,G#,C#.



Sudah tidak asing lagi tentang kabar keretekan band ini, namun Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka 'break' dan mengatakan bahwa 'perbedaan yang kreatif'-lah yang membuat mereka menghadapi masa kevakuman.
Grup beraliran rock pelantun tembang Chop Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada 'proyek sampingan' yang dipunyai.
Daron mengatakan pada majalah musik Inggris, Kerrang, "Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal yang biasa dan bukannya jadi permusuhan."
"Saya mengenal pribadi Serj (Tankian - lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa saya wujudkan dalam System," tandasnya.



Bookmark and Share

4 komentar:

  1. Artikel yang bagus mas..
    Bagiku System of a Down dan musiknya telah mendarah daging...

    BalasHapus
  2. yoyoi gan, ane juga ngefans bgt

    BalasHapus
  3. Anonim14.59

    seiiring banyaknya aliran musik system of a down yg bikin hti ni ga pernah gelisah semangat trus

    BalasHapus
  4. kerennnnnnnnnnnnnnnnnnn

    BalasHapus